Search

Content

Showing posts with label Tourism. Show all posts
Showing posts with label Tourism. Show all posts
2 komentar

Saung Cibingbin


Saung Cibingbin adalah salah satu destinasi wisata terkenal di Sumedang, selain menawarkan suasana yang sangat alami, cita rasa makanan yang disajikannya pun cukup nikmat, meski harganya terlalu mahal sih. Oya, menu favorit saya adalah Ikan/Ayam Cobek.

I love this place, because its real natural concept, beside their famous Ikan Bakar (grilled fish). I recommend that you visit here.
2 komentar

Curug Cigorobog


Waktu yang tepat untuk mengunjungi Curug Cigorobog adalah saat musim penghujan seperti sekarang ini.

This cascading waterfall named Cigorobog is one of the nature tourism object in Sumedang. Located in Citengah along the way to Margawindu tea plantation. The best time to visit here is during (or at the end of) the rainy season.
0 komentar

Cipanteneun in Miniature


Cipanteneun merupakan salah satu objek wisata alam di Sumedang, tepatnya berada di Ds. Licin, Cimalaka. Di tempat ini tersedia kolam renang yang airnya bersumber dari mata air langsung. Selain itu ada juga camping ground di sekitar bukitnya. Sayang, hingga sekarang pengelolaan objek wisata ini masih belum tertata dengan maksimal.

Cipanteneun is one of the natural tourism objects in Sumedang. This place provides visitor with two natural swimming pools and campground. I applied tilt-shift effect in post-processing to make miniature look.
7 komentar

Curug Cinulang


Cinulang Falls

Curug Cinulang merupakan salah satu potensi pariwisata Kabupaten Sumedang yang semestinya bisa dimaksimalkan oleh pemerintah daerah. Keindahan curug tidak dibarengi dengan penataan kawasan dan terutama pemeliharaan kebersihan yang baik. Semoga beberapa hari kedepan akan ada perubahan yang lebih baik di kawasan wisata ini.

These beautiful twin falls called Curug Cinulang. Located in the border area of Sumedang and the capital city of Bandung. The beauty of Curug Cinulang has inspired Yayan Jatnika to record it in Sundanese pop-song entitled Curug Cinulang. The song and lyrics are following: :)
5 komentar

Pangjugjugan Nature Tourism

Patung raksasa seekor burung menyambut pengunjung yang akan menikmati kawasan wisata alam Pangjugjugan di Desa Cilembu, Kec. Pamulihan, Sumedang

Satu lagi tempat menarik berkonsep wisata alam yang wajib dikunjungi ketika berlibur di Sumedang. Pangjugjugan, nama tempatnya. Didukung suasana sebuah pedesaan di bawah kaki gunung yang khas, konsep kegiatan wisata yang jelas, serta pengelolaan yang rapi membuat tempat ini layak dijadikan salah satu andalan pariwisata di Sumedang. Untuk reservasi silahkan kunjungi blognya, disini.

Still have no idea where are you going on your weekend vacation. Then Pangjugjugan is one of interesting place you must visit when you travel to Sumedang in West Java. It's a best place for nature enthusiast and anyone who interested in learning about local's culture. Just visit their blog for more information, click here. Anyway, Pangjugjugan is a Sundanese word means a destination.
This is my participation on Outdoor Wednesday.
11 komentar

Gunung Tampomas


Gunung kebanggaan warga Sumedang. Sayang, para penambang pasir malah membuat kerusakan dengan terus mengeruk kekayaan alam yang ada disekitarnya tanpa berfikir tentang konsep sebuah kearifan alam dan keseimbangan hidup.

The top of Tampomas mountain is the highest point of Sumedang City, 1686 meter above sea level. A perfect place to enjoy the view of the city on the weekend. Actually, I took this photo from another mountain called Manglayang. This picture is my participation in Scenic Sunday.
1 komentar

Pekan Budaya Sumedang 2010


Pekan Budaya Sumedang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sumedang yang ke- 432, sekaligus mensosialisasikan wacana SPBS atau Sumedang Puseur Budaya Sunda yang semakin menghangat. Semoga kegiatan-kegiatan yang sifatnya melestarikan budaya dan seni Sunda ini akan semakin intens digelar, tidak hanya pada waktu tertentu namun memang menjadi agenda sebagai bukti konkrit bahwa Sumedang memang layak menyandang gelar sebagai puseur-nya budaya sunda. Bukan euforia sesaat tentang romantisme Sumedang di masa lalu.

Sumedang's Culture Week held to celebrate of 432nd Anniversary of Sumedang city.  There were so many traditional activities showed due to jazz up the event. This event also held The Sumedang Unique Festival including of Sumedang Lautan Kuda Renggong, citizen communities gathering, discussion about local cultures, handicrafts expo, paintings expo, attractions from local artists and so on.
5 komentar

Kolam Renang Cibingbin


Kolam renang Cibingbin ini merupakan salah satu objek wisata alam di Sumedang. Berjarak kurang lebih 7 km dari pusat kota Sumedang.

This swimming pool is located in a village named Cibingbin in Citengah, one of the famous tourism areas in Sumedang. Here, you can enjoy the Sundanese traditional foods and beverages also, such as: Karedok, Lotek, Bajigur, etc. This area are purely provide you a tropical village atmospher.
3 komentar

KAMAS


Bangunan ini merupakan milik mantan Kapolres Sumedang Syamsul Bahri, yang saat ini menjabat sebagai Kapoltabes Banda Aceh. Sekarang dikelola oleh Pak Yusuf yang asli orang Aceh sejak tahun 2006. Lokasinya tepat di depan kompleks makam Gunung Puyuh Sumedang. Selain difungsikan sebagai sekretariat KAMAS (Keluarga Masyarakat Aceh Sumedang), disini juga disediakan kuliner khas Aceh salah satunya Mie Tumis Aceh. Jika kebetulan sedang berziarah ke makam Cut Nyak Dien, ataupun sedang menikmati kota Sumedang tidak ada salahnya mampir untuk sekedar menikmati hidangan khas Aceh disini.
3 komentar

Meunasah Cut Nyak Dien


Meunasah secara sederhana dapat kita artikan sebagai mushola. Namun, bagi masyarakat Aceh sendiri meunasah tidak begitu saja diartikan sebagai sebuah tempat interaksi-suci antara manusia dengan Sang Pencipta, namun juga tempat beraktivitas dan berinteraksi sesama manusia dan lingkungannya. Menusah ini, berada tepat disekitar Makam Cut Nyak Dien.
7 komentar

Curug Sabuk



Curug Sabuk merupakan salah satu objek wisata alam di Kab. Sumedang yang bisa dikatakan masih jarang dikunjungi. Terletak disekitar Taman Buru Gunung Masigit dan kawasan Gunung Kareumbi. Lokasinya yang berada jauh didalam hutan menjadikan tantangan tersendiri sebelum anda menemukan curug ini. Kita juga bisa mendirikan tenda untuk merasakan sensasi malam hari di sekitar curug. Bagi anda yang ingin mengunjungi curug ini untuk pertama kali, lebih baik menyewa guide dari penduduk lokal. 

Sabuk falls is one of the nature tourism object in Sumedang. It is not easy to reach there, You have to walk deep inside the tropical forest following a foot lane to get to this amazing waterfall. It's a good idea being accompanied by a local, if you're interested in to go there.
2 komentar

Gunung Kacapi


Gunung Kacapi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Sumedang, hampir seluruh warga mengenalinya. Berada di Kecamatan Sumedang Utara, dengan ketinggian +/- 659 m.
5 komentar

Benteng G. Kunci


Benteng G.Kunci ini merupakan sebuah bangunan pertahanan yang dibuat di atas sebuah gunung (lebih tepatnya bukit -red) yang menghadap langsung ke arah kota Sumedang. Dibangun sekitar tahun 1914-1917 oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada masa Pemerintahan Bupati Sumedang Pangeran Aria Soeria Atmadja. Luasnya keseluruhannya sekitar +/- 2600 m2.

Benteng Gunung Kunci (lit. Key Hill Fort) was built since 1917. See more monochrome from around the world, here.
7 komentar

Kolam Renang Toga


A cute swimming pool at Kampung Toga Leisure & Resort.
9 komentar

Gunung Geulis


Gunung Geulis (Beautiful Mountain), located in Tanjung Sari, one of Sumedang sub district. It was my old collection. I took this picture when I was hiking to Mount Manglayang last year. It was a great morning at that time, and the mist below make it more dramatic for me.
4 komentar

Jalan Cadas Pangeran


Cadas Pangeran merupakan salah satu ikon dari kota Sumedang. Jalan legendaris, bagian dari Jalan Raya Pos Anyer - Panarukan. Jalan ini menjadi satu-satunya penghubung antara kota Bandung dan Cirebon dengan jarak tempuh yang lebih singkat. Melintasi kawasan Cadas Pangeran kita akan disuguhkan pemandangan alam tanah Pasundan yang mempesona.

The white thick line in the middle is the Cadas Pangeran Road. It is one of the most famous and historical landmark of Sumedang. It was a part of the most legendary road in Indonesia, The Great Post Road (De Groote Postweg) which was built by The General of Netherlands in East-Hindie, Herman Willem Daendles.
1 komentar

Monumen Lingga Sumedang


Bangunan bersejarah ini adalah Lingga, salah satu landmark sekaligus lambang resmi Kabupaten Sumedang. Dibangun oleh Pangeran Siching dari Belanda pada tahun 1922 sebagai bentuk penghargaan kepada Bupati Sumedang saat itu, Pangeran Aria Suriaatmaja atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Mekah atas jasa-jasanya dalam mengembangkan kota Sumedang. Monumen Lingga ini selanjutnya diresmikan pada tanggal 22 Juli 1922 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. Dirk Fock.

This historical building is called Linga, one of the city landmarks and a symbols of Sumedang Regency. It was built by Prince Siching from Netherlands in 1922 as a credit to the Regent of Sumedang at that time, Prince Aria Soeriaatmadja a.k.a Pangeran Mekah for his great achievement in developing Sumedang city. Furthermore, Mr. Dirk Fork The Governor of Dutch East Indies has inaugurated this monument on July 22, 1922.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered by Blogger.