Search

Content

Showing posts with label Historic Building. Show all posts
Showing posts with label Historic Building. Show all posts
1 komentar

Gedung Srimanganti

I just found a nice post about Gedung Srimanganti and Gamelan of Sumedang Larang (will be posted next post). Decided to ask the author, and gladly-to-say he granted me to share his good works here, at Sumedang Daily Photo. You also can read the complete story on his blog, here. Text and photos below copyright Rudolf Gunawan.


Sumedang, West Java, is an old town rich in history that is often being forgotten. I visited its museum finally for the first time -Museum Prabu Geusan Ulun- and really in love with the building. A colonial architecture that simple in details, humble but grand at the same time.
2 komentar

Fort Palasari #3


Beberapa benteng lainnya di Gunung Palasari yang berada di sayap kiri dari benteng utama. Sangat disayangkan setiap kali mengunjungi tempat-tempat wisata atau bersejarah kerap dikotori coretan-coretan tidak penting oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kalau pun memang tidak mampu untuk melestarikannya, setidaknya tidak iseng untuk mengotori atau merusaknya.

2 komentar

Fort Palasari #2


Benteng-benteng lainnya di Gunung Palasari yang berada di sayap kanan dari benteng utama.

0 komentar

Fort Palasari


Inilah bangunan utama atau yang berada paling depan dari pintu masuk komplek perbentengan di puncak Gunung Palasari. Benteng Palasari dibangun sekitar tahun 1913 - 1917 diatas lahan 6 Ha pada ketinggian tanah sekitar 645 m dpl yang otomatis menjadi benteng tertinggi disekitar kota Sumedang. Total keseluruhan ada delapan buah benteng di gunung ini.

Fort Palasari was built in 1913 - 1917 on Mount Palasari. There are eight building were built at the top of the mountain.
12 komentar

Fort Pasirkolecer #2


Instalasi militer peninggalan Belanda yang lain di Pasirkolecer. Foto di bawah menunjukan posisi kedua buah bangunan.


This is my participation in Outdoor Wednesday and ABC Wednesday "B" is for Benteng or Fort in English.
3 komentar

Fort Pasirkolecer


Sebuah instalasi militer di daerah Pasirkolecer, Gunung Gadung dengan arsitektur yang mirip dengan bangunan yang berada di Pasirlaja.

My participation in Sepia Scene.

7 komentar

Fort Pasirlaja #3


Pillbox kedua yang berada di Pasirlaja. Tampak sebuah tangga di sampingnya, juga memiliki cerobong di dalamnya.

The second pillbox of three ex-Dutch military installation in Pasirlaja, Gunung Gadung.
4 komentar

Fort Pasirlaja


Salah satu benteng yang ada di daerah Pasirlaja, Gunung Gadung. Secara keseluruhan benteng yang ada disini terdapat tiga buah. Dua bangunan seperti foto di atas, kemungkinan bekas tempat penyimpanan amunisi, serta satu buah bungker yang telah tertimbun tanah dan hanya menyisakan +/- 1m tinggi bangunan.

One of military installation, probably a pillbox, ex-Dutch Army in Pasirlaja, Gunung Gadung built in 1915. There are three military installation in this area, two buildings like in the picture above, and one bunker.


Inside fort Pasirlaja. Look, there's a chimney hole in the ceiling probably used as ventilation.

9 komentar

Old House

Rumah Tua di depan GIM Sumedang

I believe that this house was one of the oldest house in my town. Located in Prabu Geusan Ulun street no. 150, it has a clean yard and always be quiet there. I was so curious about the inside, but unfortunately I didn't meet with the housekeeper at those time to ask. May be next time...

This picture is my participation in The Weekend in Black and White.
2 komentar

Gedung Pasific


Dari beberapa literatur yang sangat minim di internet, salah satunya ini , diketahui bahwa eks Gedung Bioskop Pasific Sumedang ini dibangun pada tahun 1930-an oleh seorang bangsawan Belanda bernama Boesee.  Bioskop Pasific ini sempat mengalami perubahan nama menjadi Gedung Sakura pada masa penjajahan Jepang, lalu berganti Bioskop Tjahaja, Bioskop Kutamaya dan akhirnya kembali menggunakan nama aslinya Pasific.

Seharusnya bangunan cagar budaya ini dilestarikan dan dipelihara orisinalitasnya. Namun sayang, kenyataannya tidak seperti itu. Bangunan ini kehilangan jatidiri aslinya. Sudah saatnya kini masyarakat Sumedang memelihara apa yang menjadi warisan sejarah kotanya. Bangunan bersejarah ini sekarang menjadi sebuah toko buku & pakaian dengan cat bangunan yang colorful penuh gambar sebuah produk. Sadarkah kita bahwa produsen makanan itu telah menghancurkan warisan sejarah kota ini?? Bukan melestarikannya.

The Pasific building built in 1930 and operated as a movie theater in Sumedang. It's owned by a Dutch noble at those time named Boesee. It is one of Sumedang heritage building. Unfortunately, this building has lost its originality today.
3 komentar

Makam Cut Nyak Dien



Cut Nyak Dien merupakan salah satu pahlawan nasional bangsa Indonesia yang semasa perjuangannya dahulu cukup diperhitungkan dan membuat repot bangsa penjajah. Lahir di Aceh sekitar tahun 1848. Cut Nyak Dien sengaja diasingkan oleh pihak Belanda ke Sumedang sebagai upaya meredam pengaruhnya terhadap rakyat Aceh dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah. Hingga akhir hayatnya srikandi nasional ini harus dimakamkan di bumi parahyangan, tepatnya di Gunung Puyuh Sumedang pada 06 November 1908.

Makam Cut Nyak Dien ini ditemukan pertama kali pada tahun 1959, selanjutnya dilakukan renovasi di sekitar makam 28 tahun kemudian, 1987.
5 komentar

Benteng G. Kunci


Benteng G.Kunci ini merupakan sebuah bangunan pertahanan yang dibuat di atas sebuah gunung (lebih tepatnya bukit -red) yang menghadap langsung ke arah kota Sumedang. Dibangun sekitar tahun 1914-1917 oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada masa Pemerintahan Bupati Sumedang Pangeran Aria Soeria Atmadja. Luasnya keseluruhannya sekitar +/- 2600 m2.

Benteng Gunung Kunci (lit. Key Hill Fort) was built since 1917. See more monochrome from around the world, here.
1 komentar

Monumen Lingga Sumedang


Bangunan bersejarah ini adalah Lingga, salah satu landmark sekaligus lambang resmi Kabupaten Sumedang. Dibangun oleh Pangeran Siching dari Belanda pada tahun 1922 sebagai bentuk penghargaan kepada Bupati Sumedang saat itu, Pangeran Aria Suriaatmaja atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Mekah atas jasa-jasanya dalam mengembangkan kota Sumedang. Monumen Lingga ini selanjutnya diresmikan pada tanggal 22 Juli 1922 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Mr. Dirk Fock.

This historical building is called Linga, one of the city landmarks and a symbols of Sumedang Regency. It was built by Prince Siching from Netherlands in 1922 as a credit to the Regent of Sumedang at that time, Prince Aria Soeriaatmadja a.k.a Pangeran Mekah for his great achievement in developing Sumedang city. Furthermore, Mr. Dirk Fork The Governor of Dutch East Indies has inaugurated this monument on July 22, 1922.
0 komentar

Mesjid Agung Sumedang


Mesjid ini berdiri megah di pusat kota Sumedang. Salah satu warisan bangunan bersejarah dan menjadi saksi penyebaran Islam di kota ini. Dibangun sekitar tahun 1850-an diatas tanah wakaf R. Dewi Siti Aisyah seluas 6.755 m2. Bangunan ini telah mengalami beberapa kali restorasi. Pertama kali pada tahun 1913 M oleh Pangeran Mekah. Berikutnya tahun 1962, 1982 dan terakhir pada tahun 2002 seperti yang terlihat sekarang dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 4,2 Milliar.

The Grand Mosque of Sumedang. It has built around 1850. One of the most historic building here. It also has experienced several times of restoration. The first restoration was in 1913 by Pangeran Mekah, then in 1962, 1982 and the last in 2002 as seen now by spending a huge budget of Rp 4.2 billion.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered by Blogger.