Search

Content

Showing posts with label Landmarks. Show all posts
Showing posts with label Landmarks. Show all posts
2 komentar

Night Photography at Dano Roundabout


Bundaran Dano Sumedang di malam hari.
3 komentar

Monumen Cadas Pangeran



Patung Pangeran Kornel yang sedang bersalaman menggunakan tangan kirinya dengan H.W Daendles sebagai sebuah simbol perlawanan terhadap kebijakan "Rodi" Daendles dalam membuat jalan raya pos yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa yang jatuh dari masyarakat Sumedang.

A statue of Prince Kornel and H.W Daendels in Cadas Pangeran. Prince Kornel, the former regent of Sumedang (1791-1828), uses the handshake with his left hand to refuse what Daendles has done to his people in constructing "The Great Post Road" or De Groote Postweg or La Grande Route, as Daendels called the road project. This monument was built as a symbol of the Prince Kornel's spirit against colonialism.
7 komentar

Taman Endog #2



Taman Endog Sumedang di malam hari.

Previously, I took a picture of the Egg Park in the morning. See here.
0 komentar

Monumen Adipura Sumedang #2

 
Sangat disayangkan karena di sekitar bundaran monumen adipura ini, aspalnya rusak parah. Keberadaan jalur ini yang kerap kali dilalui kendaraan besar bemuatan berat baik yang akan menuju arah Bandung maupun Cirebon, membuat kualitas aspal jadi rentan akan kerusakan karena kelebihan beban. Kondisi ini tentunya harus ditanggapi serius oleh pihak pemerintah Sumedang, mengingat kenyamanan pengguna lalu lintas yang harus diutamakan dan mengurangi tingkat kecelakaan. 

This is another picture of Adipura monument of Sumedang, taken in the morning. Previously, I had took a picture of it in the night, here.
2 komentar

Gedung Pasific


Dari beberapa literatur yang sangat minim di internet, salah satunya ini , diketahui bahwa eks Gedung Bioskop Pasific Sumedang ini dibangun pada tahun 1930-an oleh seorang bangsawan Belanda bernama Boesee.  Bioskop Pasific ini sempat mengalami perubahan nama menjadi Gedung Sakura pada masa penjajahan Jepang, lalu berganti Bioskop Tjahaja, Bioskop Kutamaya dan akhirnya kembali menggunakan nama aslinya Pasific.

Seharusnya bangunan cagar budaya ini dilestarikan dan dipelihara orisinalitasnya. Namun sayang, kenyataannya tidak seperti itu. Bangunan ini kehilangan jatidiri aslinya. Sudah saatnya kini masyarakat Sumedang memelihara apa yang menjadi warisan sejarah kotanya. Bangunan bersejarah ini sekarang menjadi sebuah toko buku & pakaian dengan cat bangunan yang colorful penuh gambar sebuah produk. Sadarkah kita bahwa produsen makanan itu telah menghancurkan warisan sejarah kota ini?? Bukan melestarikannya.

The Pasific building built in 1930 and operated as a movie theater in Sumedang. It's owned by a Dutch noble at those time named Boesee. It is one of Sumedang heritage building. Unfortunately, this building has lost its originality today.
4 komentar

Taman Endog


Taman Endog merupakan salah satu ikon kota Sumedang lainnya. Satu dari sekian hal yang terkenal setelah Lingga, Tahu, Kuda Renggong, Hui Cilembu, Cadas Pangeran ataupun Gunung Tampomas. Namun, ironisnya pemerintah sekarang tidak memperhatikan kondisi taman ini. Sangat tidak terawat dan tidak jelas akan seperti apa sebenarnya fungsi taman ini. Kotor dan sampah dimana-mana. Adapun perbaikan taman saat ini, semoga bukan semata-mata karena ingin mendapatkan kembali adipura. Tapi, memang kesadaran akan pentingnya keindahan dan kebersihan. Kesadaran karena taman itu dibangun untuk dirawat.

In English you could say Taman Endog: "Egg Park". It's quite famous in this city.
2 komentar

Monumen Adipura Sumedang


Beginilah gambaran monumen Adipura kota Sumedang pada malam hari. Monumen ini merupakan "checkpoint" dari berbagai jalur di kota Sumedang. Bagi anda yang melintas baik itu dari arah Barat (Bandung), Timur (Cirebon), Selatan maupun Utara pasti akan melintas disekitar monumen tugu adipura ini. 

Adipura monument of Sumedang. Adipura is one of the award that given by the Indonesia Goverment to every city in Indonesia that can keep their environment clean and green. This environmental award was held by Indonesia Ministry of Environment.
4 komentar

Jalan Cadas Pangeran


Cadas Pangeran merupakan salah satu ikon dari kota Sumedang. Jalan legendaris, bagian dari Jalan Raya Pos Anyer - Panarukan. Jalan ini menjadi satu-satunya penghubung antara kota Bandung dan Cirebon dengan jarak tempuh yang lebih singkat. Melintasi kawasan Cadas Pangeran kita akan disuguhkan pemandangan alam tanah Pasundan yang mempesona.

The white thick line in the middle is the Cadas Pangeran Road. It is one of the most famous and historical landmark of Sumedang. It was a part of the most legendary road in Indonesia, The Great Post Road (De Groote Postweg) which was built by The General of Netherlands in East-Hindie, Herman Willem Daendles.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered by Blogger.